Apakah Open Innovation dan Open Business Model itu?

Tentunya hal ini tidak asing lagi bagi para profesional khususnya di bidang inovasi teknologi dan informasi.

Setelah mengikuti kuliah Creativity and Innovation, saya jadi mengetahui bahwa ternyata paradigma saat ini telah berubah!

Seperti yang dikatakan oleh Paman Wiki, inovasi adalah suatu “proses” dan/atau “hasil” pengembangan dan/atau pemanfaatan/mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang dan/atau jasa), proses, dan/atau sistem yang baru, yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan (terutama ekonomi dan sosial).

Pada awalnya saya berfikir bahwa, inovasi, khususnya di bidang informasi dan teknologi, adalah sebuah penemuan spektakuler, tentunya harus dijaga kerahasiaannya karena merupakan kekayaan intelektual yang sangat mahal harga dan nilainya. Hal ini dikenal juga dengan istilah “Closed Innovation”.

Closed Innovation Paradigm

Source:Henry William Chesbrough (2006) “Open Innovation: The New Imperative for Creating and Profiting from Technology

 

Facts !!!

Ternyata zaman telah berubah. Perusahaan maupun bisnis telah berkembang baik dari bisnis model maupun pelaksanaannya. Perlombaan dalam bidang inovasi teknologi pun semakin marak. Berawal dari closed innovation paradigm, dimana perusahaan-perusahaan IT merekrut orang-orang terpintar di dunia dan melakukan research secara internal. Lalu mendeliver produk inovasi ke market. The earlier birds catch the worm! Siapa yang lebih cepat, dia yang kan memenangkannya dan biasanya dinilai dan dilihat dari profit based.

Namun ternyata paradigma closed innovation sudah tidak efektif lagi saat ini. The market is totally changed ! Sistem closed innovation tidak efektif lagi karena tidak long-lasting.

“Your business model is more important than your technology alone or source of innovation”. (Kameran Ahari)

Dalam sebuah bisnis, sistem model sangatlah penting dan jika kita ingin membuat bisnis yang survive, maka dasar dari bisnis itu yakni business model, harus sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat yang sedang berlangsung.

Berdasarkan pengamatan para peneliti khususnya di bidang IT, ternyata model inovasi yang “terbuka” lebih cocok untuk kondisi market saat ini.  Terbuka bukan berarti tidak melindungi kekayaan intelektual, tetapi lebih ke proses penciptaannya.

Technology Push and Market Pull

Berdasarkan teori yang pernah saya dengar, technology push katanya lebih long-lasting karena perusahaan menciptakan produk teknologi hasil inovasi yang belum pernah ada sebelumnya. Di sisi lain, market pull adalah menciptakan produk berdasarkan market demand.

Lalu bagaimana hubungannya dengan open innovation model and open business model?

Menurut saya, open innovation itu lebih ke arah menyeimbangkan antara technology push dan market pull. Pada proses sebelumnya, kita menebak apa yang market inginkan lalu menciptakan produk inovasi. Open innovation membiarkan pasar / komunitas memberi tahu apa yang mereka inginkan. Hal ini tentu menjadi keuntungan bagi perusahaan karena mengurangi resiko inovasi.

Open Innovation Paradigm

Source:Henry William Chesbrough (2006) “Open Innovation: The New Imperative for Creating and Profiting from Technology

 

Closed Innovation vs Open Innovation !!!

Hokaido Venture Capital Sources

 

Pada zaman sekarang ini, sudah banyak teknologi start-up yang menerapkan model bisnis terbuka sebagai bagian dari strategi inti mereka. Sejumlah inisiatif ini melibatkan internet, perangkat lunak sumber terbuka, dan model bisnis terbuka.  Anda mungkin berkata kepada diri sendiri – jadi apa yang baru? Apa yang baru adalah tujuan komersial inisiatif ini dengan dukungan investor. Beberapa inisiatif baru ini mencerminkan kelangsungan hidup komersial open innovation dan business model. Pada awal peluncuran, perusahaan tidak punya maksud komersial.

Beberapa perusahaan IT terkenal seperti Google, Apple dan juga Facebook menggunakan model open innovation and open business model, dimana mereka menyediakan fasilitas open source, for FREE !!! Mereka tidak meraup keuntungan komersial di awal peluncuran produk mereka, namun mereka lebih membangun sistem dan bisnis model untuk jangka panjang (sustainable). Bahkan di metode open innovation ini, perusahaan tidak perlu membuat produk inovasi ‘sendiri’, kita bisa membeli produk atau ide orang lain! Contohnya YouTube yang dibeli oleh Google.

Waaaw.. Sangat berbeda dengan closed innovation sebelumnya yah 😀  Kalau dipikir-pikir, hal ini lebih  kreatif Karena sebenarnya proses kreatif itu adalah mengembangkan penemuan yang sudah ada. Keuntungan yang perusahaan dapatkan salah satunya adalah mengurangi biaya R&D dan juga biaya operasi 😀

There’s a lot of opportunities came outside your company!

 


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: